Selasa, 29 Juli 2014

jika hati rindu ingin menikah

Sempat terbesit dalam hati untuk hidup sendiri. Menikmati sepi, tenggelam dalam sunyi. Melambungkan angan, membenamkan kerinduan. Tak perlu ada yang tersakiti ataupun yang menyakiti. Ya, lebih baik sendiri.

Sesekali, kita memang perlu menyendiri, merenungi diri, menata hati, hingga menyadari eksistensi diri. Tapi berapa lama lagi? Berapa lama kita tetap menyendiri? Berapa lama kita tetap menanti?

Kita akui secara naluri bahwa kita membutuhkan cinta. Tentu dengan proporsi yang berbeda setiap individunya. Ada yang mudah mengeksplorasi cintanya -meskipun dengan cara yang salah-, ada pula yang memilih untuk menjaganya hingga tiba saatnya untuk dicurahkan pada orang yang tepat. Tapi mari kita renungi lagi ungkapan Ibnu Taymiyah, "Cinta itu penyakit, obatnya adalah menikah."

Karena dengan menikah, kita tak lagi sendiri. Dan kita kan mengerti betapa ruginya jika hidup menyendiri.

"Rabbî laa tadzarnî fardan," (duhai Rabbku jangan Engkau biarkan aku sendiri).

- Abu Lathifa -


Tidak ada komentar:

Posting Komentar